Teman kuliah! Teman kost! Teman leda-lede! Walalaaah ... Agus, Agus! Setelah sekian lama, kutemukan juga dirimu lagi. :D
Leh mu udud isih 'kategori papat', Thus???
jk
4 komentar:
Anonim
mengatakan...
Kayaknya saya kenal Pak Agus ini. Calon pendeta yang lulusnya dari UKDW lama banget itu kan? Yang udah ampir di-DO, tapi lanjut terus kan> Yang kuliahnya teologi sampe 7 tahun itu kan? Eh, 7 tahun apa 10 tahun ya? Kalo bener, berarti itu Pak Agus yang pernah ke Purworejo bareng rombongane Pak Yahya TP, trus muter2 Purworejo sama saya, bu Yahya n satu lagi lupa, makan bakso di Alun2. Hehe.. Salam buat Pak Agus ya! Pak Agus yang bukan sopir. Hehe...
Mas Berlin, ya betul, ini Agus yang Anda kenal. Tapi kalau boleh saya tambahkan pengenalan Anda terhadap Mas Agus ... ini bukan saja Agus yang kuliahnya lama banget, hampir DO, dan mungkin dari "casing"-nya sempat dikira sopir itu.
Agustinus Eko Saptono yang saya kenal, adalah juga seorang yang bertanggung jawab, berjuang menghidupi keluarga dengan istri dan tiga orang anak. Bahkan rela berjualan gorengan untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Agus yang mengabdikan hidupnya kini untuk membantu Sekum GKJ dalam tugas-tugas kesehariannya. Agus yang, memang dalam banyak hal belum berubah, namun juga telah banyak memberi makna bagi beberapa orang.
Gusti mberkahi Mas Berlin, saya, dan tentu saja Mas Agus. :)
Ya ya ya... :) Hidup cuma sekali, maka hiduplah yang berarti. Gitu mungkin hidupnya Pak Agus itu ya? Tentunya hidup kita juga musti berarti juga kan? :)
Eniwei, perbincangan kita via email terputus ya Pak. Maap, lagi sibuk urusan duniawi nih. Hehe... Tapi tunggu saja tanggal mainnya, kita diskusi lagi. Oke?
Pak Jo, nitip bat Mas Berlin van Purworejo; dari mas agus buat Mas Berlin, 'tul saya yang muter2 bareng njenengan, tapi yang nyopir tetap Pak Slamet yang keren itu. kasian kalo saya yang nyopir..., ntar nyampe sebelah pastori Bu Lintang.........buat Mas Uri, terima kasih buat pujiannya.........hahahahaha.....doain aja rejeki nambah, bukan anak....
Saya telah memulai blog baru di Wordpress, dengan alamat : http://johankristantara.wordpress.com. Selamat menikmati. Semoga kehadiran blog ini bisa memberkati banyak orang. God bless you. :)
Saat ini saya melayani sebagai Calon Pendeta di GKJ Bekasi.
Sebelum menemukan dan merespon kembali panggilan suci dari Sang Bapa sebagai hamba-Nya, saya sempat bekerja sebagai guru/trainer bahasa Indonesia untuk orang asing, sebagai marketing staff dan coordinator, serta sebagai interpreter/translator.
I hope this blog is quite entertaining, as well as inspiring and motivating. Silakan tinggalkan pesan di ShoutBox di atas, atau tulis komentar di blog postings yang saya buat.
Leksionari: Memmbaca Alkitab dengan Hati
-
*LEKSIONARI:*
*Membaca Alkitab dengan Hati*
Selama ini orang menganggap khotbah sebagai “mahkota” ibadah. Dampaknya,
yang kerap kemudian dilupakan dan dia...
HENDAKLAH TERANGMU BERCAHAYA
-
Matius 5:13-16, 6:22-23
Mengapa orang selalu menyalakan lampu, entah itu lilin, *senthir, teplok,*
pelita, dian, pandam, dan berbagai sebutan yang lain,...
Puan Maharani
-
Di daerah Boyolali tidak asing dengan wajah cucu cantik Sang Proklamator
ini. Mengingat ia menjadi caleg dari PDIP untuk dapil Solo, Sukoharjo,
Klaten da...
4 komentar:
Kayaknya saya kenal Pak Agus ini. Calon pendeta yang lulusnya dari UKDW lama banget itu kan? Yang udah ampir di-DO, tapi lanjut terus kan> Yang kuliahnya teologi sampe 7 tahun itu kan? Eh, 7 tahun apa 10 tahun ya? Kalo bener, berarti itu Pak Agus yang pernah ke Purworejo bareng rombongane Pak Yahya TP, trus muter2 Purworejo sama saya, bu Yahya n satu lagi lupa, makan bakso di Alun2. Hehe.. Salam buat Pak Agus ya! Pak Agus yang bukan sopir. Hehe...
Mas Berlin, ya betul, ini Agus yang Anda kenal. Tapi kalau boleh saya tambahkan pengenalan Anda terhadap Mas Agus ... ini bukan saja Agus yang kuliahnya lama banget, hampir DO, dan mungkin dari "casing"-nya sempat dikira sopir itu.
Agustinus Eko Saptono yang saya kenal, adalah juga seorang yang bertanggung jawab, berjuang menghidupi keluarga dengan istri dan tiga orang anak. Bahkan rela berjualan gorengan untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Agus yang mengabdikan hidupnya kini untuk membantu Sekum GKJ dalam tugas-tugas kesehariannya. Agus yang, memang dalam banyak hal belum berubah, namun juga telah banyak memberi makna bagi beberapa orang.
Gusti mberkahi Mas Berlin, saya, dan tentu saja Mas Agus. :)
Ya ya ya... :) Hidup cuma sekali, maka hiduplah yang berarti. Gitu mungkin hidupnya Pak Agus itu ya? Tentunya hidup kita juga musti berarti juga kan? :)
Eniwei, perbincangan kita via email terputus ya Pak. Maap, lagi sibuk urusan duniawi nih. Hehe... Tapi tunggu saja tanggal mainnya, kita diskusi lagi. Oke?
Pak Jo, nitip bat Mas Berlin van Purworejo; dari mas agus buat Mas Berlin, 'tul saya yang muter2 bareng njenengan, tapi yang nyopir tetap Pak Slamet yang keren itu. kasian kalo saya yang nyopir..., ntar nyampe sebelah pastori Bu Lintang.........buat Mas Uri, terima kasih buat pujiannya.........hahahahaha.....doain aja rejeki nambah, bukan anak....
Posting Komentar